Selasa, 01 Desember 2015

Puisi Untuk Putri

Siapa.. Kau disana
Merajut hari dengan mimpi
Menyulam rindu tiada henti
Langkah nafas yang lelah
Basah peluh beribadah
Kau disana… Mengapa…
Ruku dan sujud dalam arah
Cahaya bersinar nan kemilau
Duduk dan berbaring dalam harap
Bibir tipis tak lelah bersenandung
Berdiri dan berlari dalam gelap
Menanti Elang Sang Perkasa
Putri… Yang di sana
Diam rasa manis pahitmu
Memejam bulu mata lentikmu
Alunan suara merdu indahmu
Melepaskan nafas sukma dalam ragamu

Harimu… Putri…
Satu…
Waktu siang berujung malam
Esok bukan khayalan
Masa lalu tinggal kenangan
Mahkota emas dalam genggaman
Dua…
Jilbab yang menjulur
‘Kan terlepas dalam pelukan
Cakar-cakar Sang Elang
Merampas kelembutan
Tiga…
Padi kian menguning
Senja pun melepas senyum
Lelah hari berganti kebahagiaan
Menanti buah cintamu sang Putri
(20 Ramadhan 19, untuk para putri)
Padi Yang Menguning, Diatas Bulan Sabit
Kala malam bertaburan Bintang
Gunung tersenyum memberi salam
Binatang Malam ikut terbang
Berbisik makhluk seluruh negri
Kabar berita sang rembulan
Cahaya langit indahkan alam semesta
Bulan Sabit kian Terang
Mengecup bumi makmur nan sejahtera
Langit diatas menampakkan bulan sabit
Gagah lembut penuh senyuman
Bumi dibawah dalam genggaman
Mewarisi Padi kian Menguning
Makhluk seluruh alam
Menatap indah bulan sabit
Tersenyum dalam senang
Menggenggam kesejahteraan
Bisik hati terus berbisik
Kata-kata dalam jiwanya:
“Teruslah kau diatas sana, menyinari seluruh negri
Jangan Kau khianati, jiwa suci yang kita miliki…”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar